Pages

Monday, August 23, 2010

Cara mudah membuat naskah film untuk pemula (Part 2)

Dalam posting yang terdahulu sudah diperkenalkan mengenai istilah-istilah atau bagian-bagian yang menjadi standar penulisan naskah. Namun sebelum menuju penulisan naskah tersebut, sebaiknya kita membuat satu diagram yang disebut diagram scene agar cerita yang kita bangun nantinya bisa terstruktur, tidak bertele-tele dan setiap scene memuat makna yang mendalam dan mewakili.
Pada dasarnya, pembuatan diagram scene mengacu pada struktur dramatis yang juga dimuat dalam posting sebelumnya. Diagram scene terbagi menjadi 3 babak. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini .
Diagram Scene
Sebelum menulis latar belakang, kita harus menentukan tema utama dalam cerita yang akan kita buat ini, agar cerita yang akan dibuat tidak keluar jalur dan tetap mengacu pada tema utama yang telah ditentukan. Setelah tema utama didapatkan, barulah kita buat latar belakang yang menjadi penyebab utama terjadinya suatu keadaan yang akan kita ceritakan. Latar belakang ini bisa kita tempatkan dimana saja, tak selalu harus selalu di babak ke-1, tapi bisa kita tempatkan di babak ke-2 atau bahkan dibabak ke-3. Setelah latar belakang kita dapatkan, barulah kita buat awal ceritanya. Jika awal cerita sudah dimulai, maka disitulah imajinasi, pikiran dan hati kita mulai berjelajah. Kreatifitas kita benar-benar dituntut untuk menghasilkan cerita yang berkualitas dan kaya akan makna. Kita bisa sebebas-bebasnya membuat sebuah cerita, menciptakan sebuah keadaan atau bahkan membuat sebuah tragedi atau konflik. Namun kita harus memperhatikan sisi logis dari cerita yang kita buat. Apakah cerita yang akan dihasilkan bisa masuk akal?
Agar cerita lebih menarik, sebaiknya alur dibuat dramatis. Disamping itu, masukanlah unsur-unsur pemadu dalam cerita kita agar suasana yang tercipta nantinya terasa lebih ramai dan berwarna. Contoh unsur pemadu yang sering dijumpai adalah ledakan-ledakan dalam film ber-genre action. Lalu aksi pembunuhan dalam film thriller. Itu salah satu contoh kecil unsur-unsur pemadu. Sebagai penulis cerita, sudah semestinya kita bisa bereksplorasi lebih dalam lagi, temukan unsur-unsur pemadu yang lebih inovatif dan kreatif. Agar cerita yang dihasilkan nanti lebih berkualitas, berwarna, dan yang paling utama yaitu lebih bermakna.
Selamat menjelajahi imajinasi anda... :-)


Sumber : E-Learning STMIK Amikom Yogyakarta

No comments:

Post a Comment